Ekonometri
Terakhir diubah pada
Pertemuan 1
RPS
Rencana Pembelajaran Ekonometrika
Minggu | Materi Pembelajaran | Pustaka |
---|---|---|
1 | Pengantar Ekonometrika dan Model Regresi Linear | Bab 1: The Linear Regression Model: An Overview |
2 | Bentuk Fungsional Model Regresi | Bab 2: Functional Forms of Regression Models |
3 | Variabel Dummy dalam Regresi | Bab 3: Qualitative Explanatory Variables Regression Models |
4 | Multikolinearitas dalam Model Regresi | Bab 4: Regression Diagnostic I: Multicollinearity |
5 | Heteroskedastisitas dalam Regresi | Bab 5: Regression Diagnostic II: Heteroscedasticity |
6 | Autokorelasi dalam Regresi | Bab 6: Regression Diagnostic III: Autocorrelation |
7 | Kesalahan Spesifikasi Model Regresi | Bab 7: Regression Diagnostic IV: Model Specification Errors |
8 | Ujian Tengah Semester (UTS) | - |
9 | Model Logit dan Probit untuk Data Kategorikal | Bab 8: The Logit and Probit Models |
10 | Model Multinomial dan Ordinal dalam Regresi | Bab 9-10: Multinomial & Ordinal Regression Models |
11 | Model Data Terbatas dan Poisson Regression | Bab 11-12: Limited Dependent Variable & Poisson Models |
12 | Analisis Deret Waktu | Bab 13: Stationary and Nonstationary Time Series |
13 | Kointegrasi dan Model Koreksi Kesalahan (ECM) | Bab 14: Cointegration and Error Correction Models |
14 | Model Volatilitas (ARCH dan GARCH) | Bab 15: Asset Price Volatility: The ARCH and GARCH Models |
15 | Model Data Panel dan Survival Analysis | Bab 17-18: Panel Data Regression & Survival Analysis |
16 | Ujian Akhir Semester (UAS) | - |
Pertemuan 2
Bab 1: Pengantar Ekonometrika
1.1 Apa Itu Ekonometrika?
Ekonometrika adalah cabang ilmu ekonomi yang menggunakan metode statistik dan matematika untuk menganalisis data ekonomi.
1.2 Peran Ekonometrika dalam Ilmu Ekonomi
- Membantu dalam estimasi parameter model ekonomi.
- Menguji hipotesis ekonomi berdasarkan data empiris.
- Melakukan peramalan ekonomi, seperti prediksi inflasi dan harga saham.
1.3 Proses Penelitian Ekonometrika
- Spesifikasi Model Ekonometrika
- Pengumpulan Data (Cross-section, Time Series, Panel)
- Estimasi Parameter Model (OLS, MLE, dll.)
- Uji Diagnostik (Heteroskedastisitas, Multikolinearitas, Autokorelasi)
- Interpretasi dan Prediksi
Bab 2: Model Regresi Linier
2.1 Konsep Regresi Linier
Regresi linier sederhana digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel independen \(X\) dan satu variabel dependen \(Y\):
\[ Y = \beta_0 + \beta_1 X + u \]
di mana:
- \( Y \) = variabel dependen
- \( X \) = variabel independen
- \( \beta_0 \) = intercept
- \( \beta_1 \) = koefisien regresi
- \( u \) = error term
2.2 Ordinary Least Squares (OLS)
OLS adalah metode estimasi paling umum dalam regresi linier yang bertujuan untuk meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan.
2.3 Bentuk Fungsional Model Regresi
- Log-lin: \( \ln Y = \beta_0 + \beta_1 X + u \)
- Lin-log: \( Y = \beta_0 + \beta_1 \ln X + u \)
- Polinomial: \( Y = \beta_0 + \beta_1 X + \beta_2 X^2 + u \)
2.4 Evaluasi Model
- Koefisien Determinasi \( R^2 \)
- Uji Statistik \( t \) dan \( F \)
Kesimpulan
Bab 1 membahas konsep dasar ekonometrika dan pentingnya dalam analisis ekonomi. Bab 2 menjelaskan model regresi linier dan metode OLS yang menjadi dasar banyak analisis ekonometrika.
Pertemuan 3
Model Regresi dengan Variabel Dummy
1. Pengantar
Model regresi sering kali menggunakan variabel kuantitatif, namun ada kasus di mana variabel independen bersifat kualitatif. Untuk memasukkan variabel ini, kita menggunakan variabel dummy, yang biasanya bernilai 1
jika atribut ada dan 0
jika atribut tidak ada.
2. Fungsi Upah dengan Variabel Dummy
Model regresi dengan dummy:
\[ \text{Wage}_i = \beta_1 + \beta_2 D_{2i} + \beta_3 D_{3i} + \beta_4 D_{4i} + \beta_5 \text{Educ}_i + \beta_6 \text{Exper}_i + u_i \]
di mana:
- \( D_2 = 1 \) jika perempuan, 0 jika laki-laki.
- \( D_3 = 1 \) jika non-white, 0 jika white.
- \( D_4 = 1 \) jika anggota serikat pekerja, 0 jika bukan.
3. Dummy Variable Trap
Jika suatu variabel memiliki m kategori, hanya boleh ada (m - 1) variabel dummy dalam model agar tidak terjadi multikolinearitas sempurna.
4. Dummy Interaksi
Untuk menangkap efek gabungan dari dua variabel dummy, kita gunakan dummy interaksi:
\[ \text{Wage}_i = \beta_1 + \beta_2 D_{gender} + \beta_3 D_{race} + \beta_4 (D_{gender} \times D_{race}) + u_i \]
Jika \( \beta_4 \) signifikan, berarti ada efek spesifik bagi kelompok tertentu.
5. Dummy Variabel untuk Perubahan Struktural
Untuk mendeteksi perubahan struktural dalam hubungan ekonomi sebelum dan sesudah suatu peristiwa, digunakan dummy variabel:
\[ GPI_t = \beta_1 + \beta_2 GPS_t + \beta_3 D_{krisis} + \beta_4 (D_{krisis} \times GPS_t) + u_t \]
Jika \( \beta_3 \) dan \( \beta_4 \) signifikan, berarti ada perubahan struktural.
6. Dummy Variabel untuk Data Musiman
Dummy variabel juga digunakan untuk menangkap pola musiman dalam data ekonomi:
\[ \text{Sales}_t = \alpha_1 + \alpha_2 D_{Q2} + \alpha_3 D_{Q3} + \alpha_4 D_{Q4} + u_t \]
di mana:
- Kuartal pertama (Q1) menjadi kategori referensi.
- Koefisien dummy menunjukkan perbedaan rata-rata penjualan dibanding Q1.
Kesimpulan
- Variabel dummy memungkinkan kita memasukkan variabel kualitatif dalam regresi.
- Hindari dummy variable trap dengan tidak memasukkan semua kategori dummy sekaligus.
- Dummy interaksi membantu memahami efek gabungan dari dua variabel kualitatif.
- Dummy variabel dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan struktural dan pola musiman.
Pertemuan 4
Multikolinearitas dalam Regresi
1. Pengertian Multikolinearitas
Multikolinearitas terjadi ketika terdapat hubungan linear yang kuat antara dua atau lebih variabel independen dalam model regresi.
Jenis Multikolinearitas:
- Multikolinearitas Sempurna: Hubungan linear eksak antara variabel bebas.
- Multikolinearitas Tidak Sempurna: Hubungan linear yang hampir sempurna tetapi tidak eksak.
2. Konsekuensi Multikolinearitas
- Estimasi OLS tetap BLUE tetapi memiliki varians besar.
- Interval kepercayaan menjadi lebih lebar, sehingga pengujian hipotesis menjadi sulit.
- Nilai statistik \( t \) menjadi tidak signifikan.
- Koefisien regresi menjadi sangat sensitif terhadap perubahan kecil dalam data.
3. Deteksi Multikolinearitas
Beberapa metode untuk mendeteksi multikolinearitas:
- \( R^2 \) tinggi tetapi banyak variabel tidak signifikan.
- Korelasi tinggi antar variabel independen (\( > 0.8 \)).
- Faktor Inflasi Varians (VIF):
\[ VIF = \frac{1}{1 - R^2} \]
Jika \( VIF > 10 \), menunjukkan adanya multikolinearitas yang serius.
Nilai toleransi (TOL) adalah kebalikan dari VIF:
\[ TOL = \frac{1}{VIF} \]
Jika \( TOL < 0.1 \), maka kemungkinan ada masalah multikolinearitas.
4. Cara Mengatasi Multikolinearitas
- Menghapus variabel yang berkorelasi tinggi dengan variabel lain.
- Menggabungkan beberapa variabel yang berkorelasi tinggi menjadi satu indeks.
- Menambah jumlah observasi.
- Menggunakan transformasi data.
- Menggunakan metode regresi alternatif seperti Regresi Ridge dan Analisis Komponen Utama (PCA).
Kesimpulan
- Multikolinearitas menyebabkan kesulitan dalam interpretasi hasil regresi.
- Deteksi dapat dilakukan dengan melihat nilai VIF, korelasi variabel bebas, dan signifikansi uji \( t \).
- Solusi meliputi pemilihan variabel yang lebih tepat, penggabungan variabel, dan penggunaan metode regresi alternatif.
Pertemuan 5
Pertemuan 6
Pertemuan 7
Integral
Daftar Hadir dan Nilai
Daftar Nilai TMT6C