Quotes
Terakhir diubah pada
Dalam perspektif Islam, seruan “Hidupkan perkataanmu kawan. Living your words” memiliki dasar yang sangat kuat. Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk berkata baik, tetapi juga menghidupkan dan membuktikan ucapan melalui amal perbuatan.
Allah berfirman dalam Surah Ash-Shaff ayat 2–3:
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."
(QS. Ash-Shaff: 2–3)
Ayat ini secara eksplisit mengecam mereka yang tidak mengamalkan apa yang mereka katakan. Islam mengajarkan bahwa kredibilitas moral seorang Muslim terletak pada konsistensinya—antara apa yang ia katakan dan apa yang ia lakukan.
“Living your words” bukan sekadar motivasi, tapi prinsip hidup dalam Islam. Ucapan yang baik harus dibuktikan dengan amal. Bahkan, integritas seorang Muslim ditentukan oleh seberapa jauh ia menghidupkan kata-katanya dalam laku nyata.
Jika kamu berkata tentang kejujuran, jadilah jujur. Jika kamu berbicara tentang sabar, hiduplah dengan kesabaran. Itulah jalan menuju keikhlasan, keberkahan, dan ridha Allah SWT.
"Buktikan kehadiranmu nyata kawan. Tidak untuk orang lain, tetapi untuk dirimu sendiri. Sebab perjalanan paling hakiki adalah mengenal siapa dirimu, menerima kekuatan dan kelemahanmu, serta berani menjalani hidup dengan autentik. Seperti yang diungkapkan Imam Al-Ghazali [1], 'Barang siapa mengenal dirinya, maka sungguh ia mengenal Tuhannya.' Kenalilah dirimu, maka jalan menuju kebahagiaan dan kedekatan kepada-Nya akan terbuka dengan sendirinya."
Quotes ini mengandung makna mendalam bahwa seseorang harus senantiasa haus ilmu pengetahuan, terus belajar tanpa batas waktu, sambil tetap sadar bahwa hidup itu singkat sehingga harus memaksimalkan setiap kesempatan untuk berbuat baik secara autentik dan penuh kesungguhan.
Kesuksesan dimulai dari kebiasaan kecil yang baik. Sebab, tidak ada pencapaian besar tanpa konsistensi dalam hal-hal kecil. Seperti sabda Nabi Muhammad ﷺ[1], 'Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.' Maka mulailah dari langkah kecil, dan biarkan kebiasaan baik membentuk jalan menuju keberhasilan.
Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan. Setiap kegagalan adalah bagian dari proses belajar, menguatkan mental, dan mendekatkan kita pada pencapaian yang lebih besar. Seperti kata Thomas Edison, 'Saya tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil.' Maka teruslah melangkah, karena setiap kegagalan membawamu selangkah lebih dekat ke keberhasilan.
Orang yang berhenti belajar akan menjadi tua, baik dalam usia maupun dalam pikiran. Sebaliknya, mereka yang terus belajar akan tetap muda dalam semangat, kreativitas, dan kebijaksanaan. Ilmu adalah cahaya yang menerangi langkah kita, menjauhkan dari kebodohan, dan membuka peluang baru dalam hidup.
Ketika kamu berhenti mencoba, di situlah kamu mulai gagal. Kegagalan sejati bukanlah saat kamu jatuh, tetapi saat kamu menyerah dan enggan bangkit kembali. Setiap usaha, sekecil apa pun, adalah langkah maju yang mendekatkanmu pada keberhasilan.